dan nikmati setiap prosesnya.

Thursday, September 17, 2015

[ Sore ini... ]

Sore ini aku berkesempatan berkunjung ke pondok Al Ma'tsurah, KIIC. Hanya sebentar saja. Karena Ust. Nana yang merupakan pengasuh pondok sekaligus tempat anak-anak yatim itu kebetulan tak ada. Alhasil saya dan seorang sahabat akhirnya tak berlama-lama dan bergegas pergi.

Dalam perjalanan, kok tiba-tiba ingin sekali bertanya pada gadis gadis kecil (yatim) tentang arti kata 'tulus' di dalam hidupnya, ya?

Apakah senyum manis mereka sore tadi benar-benar 'tulus' dan 'ikhlas'?

Kemudian angin membawaku pada pekarangan berantakan, di pinggir jalan Perumnas Teluk Jambe. Tempat Ustadz Nana sedang menjajakan puluhan kambing yang ia bawa dari perkampungan terpencil di belakanh KIIC.

Lagi-lagi, aku ingin bertanya pada beliau. Seberapa 'tulus' dan 'ikhlas' beliau melawan debu untuk menjual kambing-kambing kurban itu?

Tak ada sebentuk rumah atau sekedar gubuk untuk berteduh selama lima hari belakangan. Kecuali hanya sebatang pohon kersen yang daunya kerontang oleh kemarau.

Bagaimana matahari yang panas membakar tubuhnya sepanjang siang. Dan angin malam yang dingin menembus celah celah baju dan sarungnya.

Ah. Melihat kompor gas yang diletakkan sekenanya diantara rerumput ilalang, baju ganti yang digantung seadanya pada dahan kersen, tikar yang digelar diantara pasak-pasak tali kekang kambing.

Ah. Aku gagal untuk memfahamkan diriku sendiri bahwa 'ketulusan' hanya diartikan sekedar 'hati yang menerima' dan dijalani hanya 'mengalir laksana air'.

Jauh. Jauh dari sekedar itu.

Betapa Ustadz Nana dan sorot mata gadis-gadis mungil itu menyadarkan saya bahwa esensinnya bukan pada 'tulus' atau tidaknya kita menjalani hidup. 'Ikhlas' atau tidaknya kita menerima apapun pemberian Tuhan.

Akan tetapi bagaimana kita senantiasa 'berusaha' dan 'berjuang' ketika hati dan semua perbendaharaan yang kita punya 'seolah-olah' sedang tidak bersahabat.

Yang pasti, pastikan dirimu sendiri akan terus berusaha dan berjuang, Boi...!
Seperti halnya mereka.
Entah perjuanganmu itu sudah tulus dan ikhlas, atau memang masih belum sepenuhnya.

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Jeda . . .
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham | Distributed by Tech Leaps

Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top